Alamat : Desa Raranon
Kecamatan Langowan Barat adalah bagian dari Kabupaten Minahasa yang berjarak sekitar 25 km dari Kota Tondano dan jarak dengan Ibu Kota Propinsi Sulawesi Utara sekitar 54 kilometer. Langowan Barat memiliki 14 Desa yang terdiri dari 69 dusun/jaga.Dengan luas Wilayah Kecamatan Langowan Barat 349 ha atau 3,49 km2 ( dihitung dari peta neraca pengunaan tanah Kabupaten Minahasa BPN tahun 2000).
Dilihat dari letak geografis Wilayah Kecamatan Langowan Barat berada pada posisi 1,06 derajat- 1,14 Lintang Utara dan 124,5 derajat- 125,1 derajat Bujur Timur, dengan iklim sejuk dan memiliki temperatur 22 derajat Celsius, dengan batas-batas sebagai berikut:
* Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Langowan Utara dan Kecamatan Tompaso
* Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Langowan Selatan dan Kecamatan Ratahan
* Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Langowan Timur
* Sebelah Barat Berbatasan Dengan Kecamatan Ratahan.
Tahun 2009 jumlah Penduduk Kecamatan Langowan Barat berjumlah 16.374 jiwa dengan perincian laki-laki berjumlah 8.339 jiwa dan perempuan berjumlah 8.035 jiwa dengan jumlah kepala keluarga (KK) 4.971.
1. Kondisi Wilayah
Kondisi keadaan Wilayah Kecamatan Langowan Barat terbagi dua lahan budidaya meliputi, sawah, ladang/perkebunan dan hutan budidaya serta pekarangan. Sedangkan lahan non budidaya meliputi hutan lindung, dan daerah aliran sungai (DAS). Dengan Luas sawah 5,8% dari luas wilayah Kecamatan Langowan Barat, luas ladang perkebunan 52,09% dan luas pekarangan 3,7% dari luas wilayah Kecamatan Langowan Barat.
2. Karesteristik Lahan dan Iklim
Keadaan kesuburan tanah di Kecamatan Langowan Barat cukup baik. Sebab di tunjang oleh salah satu parameter pH tanah rata-rata netral (pH 6-7,5). Begitu pula dengan kemiringan tanah sebagai lahan usaha tani yaitu landai sampai berbukait dengan ketinggian tempat kurang lebih 750-800 Dpl.
3. Curah Hujan
Tipe iklim oldemen karena jumlah curah hujan rata-rata 200 mm yang terjadi sebanyak 3-5 BB berurutan. Sedangkan jumlah curah hujan rata-rata < 100 mm tiap bulan berurutan sebanyak 1 BK.
4. Luas Tanah Menurut Ekosistem
Usaha Tani di lahan sawah dan lahan kering dapat di lakukan sepanjang tahun, bila kondisi iklim menunjang dan curah hujan normal. Pada umumnya kegiatan uasaha tani di lakukan oleh petani secara terus menerus. Walaupun curah hujan harus normal karena kondisi tanah yang baik dengan persediaan air yang cukup di musim kemarau.
5. Potensi
Tanaman pangan dalam holtikultura merupakan kegiatan usaha tani yang dominan di Kecamatan Langowan Barat. Potensi selanjutnya yakni,usaha peternakan. Seperti ternak sapi ,babi, ayam dan itik. Kemudian disusul dengan usaha perkebunan, diantaranya kelapa, cengkih, kopi dan vanili. Untuk sektor Perikanan sendiri, hanya di lakukan pada kegiatan mina padi.
6. Pengembangan Potensi
Potensi untuk dikembangkan adalah sektor pertanian kemudian peternakan, perdagangan, jasa dan industri. Selain itu sumber daya alam cukup tersedia, dengan adanya tenaga kerja yang potensi dan kota-kota di propinsi Sulawesi Utara.Selanjutnya dalam pengembangan ekonomi wlayah kecamatan maka ada beberapa aspek pendukung pengembangan ekonomi wilayah seperti sumber daya alam ,sumber daya manusia ,sumber daya kelembagaan, dan sumber daya sarana dan prasarana.Komitmen pelayanan prima kepada masyarakat dalam segala bentuk pelayanan bidang Pemerintahan, Pembangunan dan kemasyarakatan, telah menjadi landasan dan pijakan utama bagi Pemerintah Kecamatan Langowan Barat dalam tugas dan tanggung-jawab.(***)
Jumlah Kepala Keluarga (KK) dan Jumlah Penduduk

NAMA – NAMA HUKUM TUA KECAMATAN LANGOWAN BARAT
