USAI “menaklukkan” Gunung Bubu’ di bagian utara wilayah Langowan, Web Team Langowan News Network (LNN) kembali melakukan pendakian di wilayah Gunung Kawatak, Sabtu (27/6) lalu.
Pendakian oleh Web Team ini merupakan salah satu tujuan dalam mengangkat potensi yang dimiliki tanah Langowan, agar bisa dikonsumsi masyarakat Langowan bahkan masyarakat yang ada diluar daerah Langowan. Sebelum terdengar alam menyambut sang fajar, udara yang dingin saat serta berawan, nampaknya memberikan sedikit keterlambatan dari perencanan pendakian, pada pukul 05.00 WITA.
Pasalnya, waktu menunjukkan pukul 07.30, Team Web baru beranjak dari Desa Lowian Kecamatan Langowan Barat, sebagai lokasi Start. Team yang beranggotakan, Harny, Ino, Rommy, Recky, Nando dan Fresty, segera bergegas menuju desa Kaayuran Atas Kecamatan Langowan Selatan, setelah dilengkapi sejumlah persedian air minum dan sedikit perbekalan makanan instan, serta sejumlah persiapan kecil lainnya.
Waktu menunjukkan pukul 08.00 WITA, anggota LNN tiba dilokasi awal pendakian Desa Kaayuran Atas. Berjalan kaki dengan melewati aliran air, cukup membuat anggota, harus berkali-kali menarik nafas panjang. Ini diakibatkan karena jalan yang ditempuh cukup menanjak, dimana kemiringan mencapai sekitar 40-45 derajat, dan dipenuhi dengan bebatuan gunung. Pun begitu, sejumlah pemandangan alam di sebagian wilayah Utara dan Barat Langowan, mulai terlihat ketika perjalanan mencapai 30 menit.
Usai menelusuri semak belukar serta harus berjalan katak ketika diperhadapkan dengan tumbuhan hutan berduri, tim pun mulai berseri ketika tiba di Triangulasi (sejenis batu batas) buatan Belanda. Mengambil beberapa gambar foto, hingga sedikit melepas lelah, setelah sejam lebih melakukan pendakian tanpa peralatan lengkap. Hampir 30 menit lamanya, Team pun berniat menelusuri lebih lama dengan melanjutkan perjalanan turun, ke arah wilayah desa Noongan Kecamatan Langowan Barat.
Hampir setengah jam lamanya menuju bagian barat, tim pun berhenti ketika menemukan sejumlah pesona alam di atas Gunung Kawatak ini. Ah… Pohon tua dengan cabang dan akar yang membesar namun sedikit lapuk, tergambar jelas bagian atas Gunung ini, masih “jauh” dari jarahan manusia. Bahkan, terdapat Pondang Utang (sebutan masyarakat setempat), yang tingginya mencapai sekitar 10 Meter hingga mempunyai batang sekitar 40 centimeter.
Belum juga terkagum-kagum dengan pemandangan unik ini, Team pun disajikan dengan pemandangan yang luar biasa. Sebut saja pemandangan Kota Langowan, Gunung Lokon, Klabat, Danau Tondano, Pantai Bentenan dan Rumbia, hingga lokasi Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) Sinode GMIM 2009, yang berada tepat dibawah Gunung Kawatak, Kembes Desa Koyawas Kecamatan Langowan Barat, tergambar jelas dipelupuk mata para anggota.
Serasa tak puas, namun waktu menunjukkan sekitar pukul 11.00 WITA pun harus menginstruksikan Team untuk kembali turun, disamping para anggota yang tergabung dalam Panitia PKPG Se Sinode GMIM. Team kembali menelusuri wilayah barat Gunung Kawatak melalui jalan rakyat yang memang sudah lama tak dilewati. Hanya saja, para anggota yang mulai kelelahan ini harus kembali menelusuri jalan pendakian awal, untuk bisa turun.
Alasannya, jalan yang ditempuh di bagian barat Gunung Kawatak ini mulai terhalang tumbuhan yang diperkirakan akan sulit ditembus, jika hanya dengan tangan kosong. Sempat menemui sedikit kendala dalam perjalanan turun, namun kegembiraan tetap terpancar dari masing-masing anggota team. Alasannya, asset yang dimiliki masyarakat Langowan ini, sangat potensial untuk diubah menjadi lokasi pariwisata.
Mulai dari jelajah alam yang berujung dengan resting area, serta Layang Gantung yang hasilnya dapat memberikan sesuatu yang berkesan bagi para pengunjung, untuk dapat menikmati sebagian wilayah di Kabupaten Minahasa. Namun semuanya perlu kerja keras, bukan hanya pemerintah saja melainkan masyarakat Langowan pada umumnya, dalam mengoptimalkan asset besar yang dimiliki wilayah Religius ini. (***)