Wajah Baru, Semangat Baru
Tahun 2009 menjadi tahun super sibuk bagi Negeri kita. Sukses dengan pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif medio April 2009, bulan Juli nanti kita disodorkan lagi pesta demokrasi lima tahunan untuk memilih pimpinan negeri tercinta melalui Pemilihan Presiden dan wakil presiden. Di Sulut, bulan Mei 2009 warga Bumi Melambai sukses menjadi tuan dan nyonya rumah selebrasi bertajuk Word Ocean Confrence (WOC) yang menjadi perhatian Dunia.
Di Minahasa sodoran program ‘dengan batanam torang bakobong’ terus dipacu. Sementara di Langowan tahun 2009 menjadi awal konsolidasi marathon wacana pembentukan Kota Langowan. Lebih khusus lagi, tahun ini, awak team Langowan News Network (LNN) menghadirkan New Layout demi pembaca di Dunia. Sedikit membuka lembaran yang lalu, berakhirnya pemilihan umum legislative menyisahkan sejumlah catatan penting dalam sejarah bangsa. Pro dan kontra pun menjadi warna tersendiri terhadap hasil penyelenggaraan pemilu maupun hasil yang diperoleh bagi masing-masing peserta pemilu.
Tak tanggung-tanggung, banyak yang stress, banyak pula yang happy dengan hasil yang diterima peserta pemilu legislative. Namun, apa mau dikata, fenomena yang terjadi ini haruslah diamini bahwa sesungguhnya ini kancah politik dan inilah dinamika politik. Apakah selamanya politik itu kejam? Dan apakah selamanya politik ini memberi kepuasan bagi pelaku politik. Bagaimana dengan warga yang menjadi objek politik itu sendiri. Produk-produk hasil pemilihan legislative 2009 ketika dinobatkan dengan symbol pin bertuliskan DPRD di dada mereka dan kursi empuk yang mereka raih akan menjawab apakah mereka bakal merakyat nanti. Atau apakah nanti syair lagu Iwan Fals dalam surat untuk wakil rakyat akan membuktikan bahwa akan ada anggota DPRD yang tidur saat sidang soal rakyat.
Catatan sejumlah oknum anggota DPRD yang hanya tidur saat sidang soal rakyat, adu fisik untuk mempertahankan kepentingan ‘mereka’, serta tindakan mereka yang akhirnya mendekam di balik tirai besi menjadi refrensi maju mundurnya penghuni gedung para wakil rakyat selang periode lima tahun mendatang. Saat ini, mayoritas penghuni gedung aspirasi rakyat adalah wajah baru yang tentunya memiiki semangat yang baru pula.
Apakah ada setitik kecerahan yang nampak selang awal tugas yang diemban. Mampukah mereka mempertahankan sebuah semangat yang ada sampai akhirnya masa purnabakti menanti mereka. Lantas, bagaimana dengan Pemilihan Presiden 8 Juli 2009 nanti. Apakah ada wajah dan semangat baru yang nantinya menahkodai Nusantara yang dikenal kaya akan sumber daya alamnya. Siapa nantinya yang berhasil merebut RI 1 untuk lima tahun kedepan? Kita lah yang akan menentukan. Wajah dan Semangat Baru di Sulut…
Warna baru bagi daerah bumi nyiur melambai Sulawesi Utara medio Mei 2009 nampak, saat digelar even internasional Word Ocean Confrence yang menorehkan sejarah baru bagi dunia. Wajah Manado sebagai ibukota Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan sang Gubernur Drs Sinyo Harry Sarundajang seketika berubah demi menjamu tamu dari berbagai Negara.
Sarana dan prasarana meningkat, berbagai kreatifitas warga untuk memamerkan keunggulan produk lokalpun muncul dengan ragam berbeda. Salut Buat Top Leader Sulut si Harry Sarundajang. Meski harus diakui, banyak kebijakan yang oleh sekelompok orang dinilai menyusahkan sejumlah warga, demikian dari sisi kredit investasi yang justru mengalami penurunan usai gelaran even internasional dikemas hampir seminggu lamanya.
Namun Mata Dunia Tertuju pada Sulawesi Utara. Kontan saja, Manado kini menjadi sasaran wisata Negara di dunia. Di Minahasa, tahun 2009 menjadi tahun dicanangkannya slogan “dengan mapalus torang ba kobong”. Slogan yang tentunya mengajak warga Minahasa dalam rangka menghadapi krisis pangan dengan memanfaatkan lahan yang ada. Lantas, apakah program ini benar benar dilaksanakan atau hanya sebatas slogan saja?
Dibawah kepemimpinan Drs Stefanus Vreeke Runtu sebagai Bupati Pertama pilihan warga berbagai program pembangunan terus digenjot di sejumlah wilayah yang ada. Meski harus diakui, target meraih piala Adipura tahun 2009 sepertinya belum berpihak pada kota Tondano sebagai ibukota Kabupaten Minahasa serta tuntutan warga terus mendongkrak pembangunan di sejumlah wilayah.
Tahun 2009 ini juga, wajah baru menghiasi gedung manguni yang teletak di bilangan Sasaran Tondano, 80 persen anggota DPRD di sana adalah wajah baru yang memiliki semangat baru. Mampukah mereka menjawab kebutuhan rakyat Minahasa lima tahun mendatang.? Kita lihat saja nanti. Bagaimana dengan Langowan. Apakabar wacana pembentukan Kota Langowan?. Seperti itulah yang menjadi pertanyaan tou langowan bahkan warga sekitar yang sudah lama mendengar gaung wacana tersebut. Awal 2009, Panitia Pembentukan Kota Langowan (P2KL) melakukan konsolidasi secara marathon berjuang menggapai keinginan masyarakat Langowan untuk menjadi daerah otonom dengan tujuan kesejahteraan rakyat. Sayangnya, kabar P2KL sempat Me’enes (diam) dari rentetan pena kaum jurnalistik Sulut dan buah bibir masyarakat.
Apa pasal? Pesta Demokrasi Pemilu Legislatif April 2009 serta Gelaran WOC Mei 2009 (katanya) sedikit mempengaruhi konstalasi dan konsentrasi P2KL. Namun yang jelas, draf Pembentukan Kota telah tiba di Meja Drs Sinyo Harry Sarundajang untuk selanjutnya dikeluarkan rekomendasi ke DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Tugas Pemkab Minahasa terhadap Draf tersebut usai sudah. Tapi proses selanjutnya, pendampingan dan pengawalan draf tersebut dari Pemkab Minahasa sangatlah dibutuhkan warga Langowan dan P2KL khususnya.
Bila secepatnya pak Sarundajang memberi rekomendasi terhadap draff tersebut ke Legislator Sulut, maka bukan tidak mungkin tahun 2010 nanti kota Langowan Bakal diketuk. Wajah baru di DPRD Provinsi Sulut kali ini telah mempercayakan Ir Sherpa Manembu sebagai tou Langowan dari Daerah Pemiihan Minahasa, Tomohon dan Minahasa Utara sangat diharapkan untuk menunjukan taring mereka dalam menjawab aspirasi warga Langowan. Manembu yang juga wakil ketua P2KL harus bisa memprioritaskan agenda ini lebih cepat lebih baik.
Tak bisa dipungkiri tentunya, wajah baru dan semangat baru juga menghiasi tugas team Langowan News Network (LNN) dalam menyajikan berbagai informasi melalui situs online www.langowan.com situs interet yang kini memasuki usia ke-9 tahun. Tahun 2009 ini, para awak redaksi , webmaster dan webadmin sepertinya terus semangat memberi yang terbaik bagi para pembaca.
Secara spontanitas, tahun ini menjadi awal dibentuknya suatu wadah berkomunikasi aktif yang digelar dalam suatu kerukunan beribadah setiap bulannya. Ini langkah positif dalam membangun komunikasi dan keakraban antar kru yang notabene masing-masing memiliki tugas pribadi yang berbeda profesi dan lokasi kerjanya. Tujuannya hanya satu, “Untuk dan Demi Masyarakat Langowan dimana saja berada”.
Semangat baru ini pun dibarengi dengan rekrutmen tenaga bantu sebanyak tiga orang yang ditugaskan masing-masing meliput rubrik yang telah ditentukan Dewan Redaksi. Meski kerja mereka, sama dengan awak redaksi lainnya Without employed alias tanpa digaji. Ckckckckck. Profesionalkan LNN? Tentu tidak bila kata ini disejajarkan dengan jurnalis media cetak dan elektronik lainnya yang ada di bumi kita. Tapi kita tentu sepakat Profesional yang patut disejajarkan adalah semangat mereka untuk membangun suatu daerah, mendapat tempat tersendiri demi Langowan tanah tercinta.
Hal ini pun telah dibuktikan dengan New Layout yang mau tak mau harus di ciptakan demi para pembaca. Dibalik itu, meski kerja dengan gaya Voluntery (sukarela) dan harus menerima berbagai penugasan, kritikan, tanggapan pedas baik internal maupun ekternal team LNN, namun dalam kesempatan ini team LNN memberi apresiasi kepada tou langowan yang telah menjadi Donatur selama ini yang tak dapat ditulis satu persatu dalam lantera edisi ini. Satu harapan, kita pasti bisa memberi yang terbaik untuk Langowan, entah saat ini, esok atau nanti. Semoga. (*)