
Suasana aktifitas warga di Pasar Langowan
ADA yang menarik dari persiapan Pelaksanaan Pengucapan Syukur diwilayah Langowan, Minggu (10/7) besok. Pasalnya, perputaran uang milyaran rupiah dipastikan terjadi saat H-1 Pengucapan Syukur Langowan, Sabtu (9/7) tadi terutama mereka yang menyiapkan sajian makan minum, yang kini melekat erat dengan Pengucapan Syukur.
Sedikit menyinggung ‘sebagian kecil’ dari pengeluaran dalam persiapan tersebut, hewan unggas Bebek (Itik), menjadi salah satu pengeluaran yang terbilang besar, yakni mencapai Rp1,593 Milyar.
Maklum, daging hewan yang kerap diminati banyak orang terutama di Sulawesi Utara itu, memiliki ciri khas tersendiri apalagi dimasak oleh orang Langowan sendiri.
Dari hitung-hitungan sejumlah pengeluaran warga dilihat dari jumlah Kepala Keluarga (KK) di Langowan yang mencapai sekitar 13.273, dipastikan terdapat sebanyak angka itu pula bahkan lebih, hewan itik yang dibeli/sembelih dan dijadikan salah satu menu Pengucapan Syukur.
Dimana rata-rata tiap keluarga yang ada di Kecamatan Langowan Timur sekitar 4.000 KK, 4.000 KK di Kecamatan Langowan Barat, 2.373 KK di Kecamatan Langowan Selatan dan sekitar 2.900 KK di Kecamatan Langowan Utara, menyiapkan hewan unggas tersebut.
Jika dikalkulasi rata-rata harga per Itiknya Rp120 Ribu per ekor, baik itu Itik jenis Jawa, Manila, akan menghasilkan uang sebanyak Rp1,593 Milyar dari total KK yang ada di Langowan.
Angka ini pun berpeluang bertambah ketika wilayah tetangga, Kakas dan Kawangkoan juga melaksanakan Pengucapan Syukur, dimana beberapa warga didaerah tersebut juga terlihat berbelanja Bebek di Pasar Langowan.
“Memang torang le berpengucapan syukur. Dan ikan bebek juga menjadi salah satu menu makanan,” ujar Wellem Lumi dan Pang Sakul warga Kakas.
Sementara suasana diwilayah religious ini, kabut tebal menyelimuti angkasa. Bukan dikarenakan debu vulkanik Gunung Soputan yang baru saja meletus, melainkan asap pengapian warga yang sementara menyiapkan menu makanan untuk Pengucapan Syukur.
Namun demikian, himbauan pemerintah bahkan kalangan agama untuk melaksanakan Pengucapan Syukur tanpa melupakan makna dari berkat Tuhan itu, tetap disuarakan meski disatu sisi, persiapan warga terkait sajian makanan yang menjadi jamuan bagi para kerabat, sahabat dan rekan-rekan sekerja ketika bersilatuhrahmi, sulit untuk dihalang-halangi. (tim)