Kamis, 23 Februari 2012 | 12:38 PM
Follow us On Facebook Follow us On Twitter RSS LNN Versi Mobile LNN Radio Internet
home / berita / pemerintah masyarakat / soputan meletus warga langowan panik
Gagal Panen, Lalulintas Lumpuh
Soputan Meletus, Warga Langowan Panik
Pemerintah Masyarakat | Sabtu, 09 Juli 2011 | 21:41    Dibaca 342 kali    Komentar
Oleh : Harny, langowan.com
Gunung Soputan memiliki ketinggian 1.783 meter dpl. sebelumnya meletus pada 6 juni 2008
Minggu 3 Juli 2011 dini hari, warga Langowan khususnya dan Minahasa Selatan-Mitra umumnya dikejutkan dengan semburan abu vulkanik gunung soputan. Gunung soputan yang meletus terakhir pada tangal 6 Juni 2008, kali ini tergolong cukup parah. Sejumlah akibat pasca meletusnya gunung Soputan yang memiliki ketinggian 1.783 meter dpl, dirasakan warga Minahasa. Secara khusus di Langowan, wilayah kecamatan Langowan Barat menjadi daerah yang paling parah terkena semburan abu vulkanik Gunung Soputan. Desa Noongan menjadi wilayah yang menerima semburan debu paling banyak. Berdasarkan pantauan Langowan News Network, ketinggian debu yang menutupi atap rumah warga mencapai sekitar tiga hingga lima centimeter. Di kawasan kelelondey, abu vulkanik mencapai ketebalan 10 cm. Tanaman, rumah, dan jalan tertutup debu muntahan Gunung Soputan. Kendaraan yang melintas di jalan membuat debu berterbangan. Camat Langowan Barat, Anita Rorong mengatakan, dirinya telah melakukan pemantauan kondisi desa-desa yang terkena debu. Menurutnya, kondisi di daerah tersebut sangat kontras dengan wilayah Langowan lain yang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari tempat tersebut. Saat ini pihaknya terus mendata luas wilayah yang terkena semburan debu vulkanik. Menurutnya, data luas wilayah pertanian, dan jumlah petani yang terkena dampak semburan debu ini juga masih dikumpulkan. Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa, Vicky Kaloh mengatakan, semburan debu dari Gunung Soputan menjangkau semua wilayah Minahasa. Menurutnya, semua camat di 22 kecamatan di Minahasa melaporkan ada debu yang jatuh di wilayah mereka masing-masing. Dirinya menambahkan, wilayah yang terkena semburan debu paling parah ada di wilayah Kawangkoan, Tompaso, dan empat kecamatan di Langowan. Semua wilayah ini memiliki jarak terdekat dengan Gunung Soputan jika dibanding kecamatan lainnya. "Kami masih terus mengumpulkan data dari semua wilayah di Minahasa. Kami lebih fokus pada data kerusakan tanaman karena terkena semburan debu ini. Mungkin dalam waktu dekat data ini telah terkumpul," ujarnya. Bukan hanya di Langowan, wilayah Tomohon, Manado dan Bitung, sempat merasakan abu vulkanik yang ditiup angin. Disatu pihak. dampak meletusnya Gunung Soputan, membuat sejumlah petani gagal panen. Seperti halnya petani di daerah Minahasa, Minahasa Tenggara (Mitra), Minahasa Selatan (Minsel) dan Kota Tomohon. Tanaman hortikultura milik petani yang siap panen, misalnya di Kecamatan Langowan gagal panen akibat rusak diterjang debu vulkanik yang berasal dari semburan Gunung Soputan. Salah seorang warga Desa Noongan, Kecamatan Langowan Barat, Benny Losu (55) mengungkapkan, kejadian ini merupakan peristiwa alam yang memang tidak bisa dihindari. “Yang pasti lewat kejadian ini kami yakin akan ada berkat Tuhan yang akan di dapatkan dan ada maksud Tuhan dalam setiap rencana yang diberikannya,” ujarnya. Sementara, pengakuan kumtua desa Raringis H Walintukan , dirinya harus merugi puluhan juta akibat gagal panen. Lain lagi dengan gagal panen yang dialami warga, ternyata meletusnya Gunung Soputan mengakibatkan Jalan Langowan-Ratahan, tepatnya di areal Gunung Potong lumpuh total. Tak bisa lewatnya sejumlah kendaraan roda empat di lajur jalan tersebut diakibatkan tumbangnya beberapa pohon yang menutupi badan jalan. Pepohonan yang tumbang di areal tersebut mencapai ratusan batang pohon dengan berbagai jenis kayu. (*/01)