Kamis, 23 Februari 2012 | 12:37 PM
Follow us On Facebook Follow us On Twitter RSS LNN Versi Mobile LNN Radio Internet
home / berita / pemerintah masyarakat / soputan ‘kepanasan’
Petani Langowan Mulai Cemas
Soputan ‘Kepanasan’
Pemerintah Masyarakat | Minggu, 14 Agustus 2011 | 19:12    Dibaca 338 kali    Komentar
Oleh : Ricky, langowan.com
GUNUNG Soputan tampaknya belum akan berhenti dari aktifitasnya. Pasalnya hingga pukul 19.00 Wita, kepulan awan hitam terus menghiasi angkasa. Aktifitas ini terus berlangsung sejak erupsi pertama sekitar pukul 07.53 Wita. Soputan tampak kepanasan, apalagi dilihat dilihat pada malam hari meski berada diketinggian 1783 meter (5800 kaki) dari permukaan laut. Tak pelak kondisi ini cukup membuat cemas warga terkhusus para petani. Sementara dari informasi, tremor terus terjadi dengan amplidtudo maksimal serta terus membentuk lava baru. Uniknya, letusan sebelumnya yang menerjang wilayah Langowan dan beberapa daerah lainnya di Minahasa beberapa waktu lalu, juga terjadi di hari Minggu ketika warga mempersiapkan untuk beribadah di gereja. “Mudah mudahan, aktifitas Soputan akan berhenti dan debu vulkaniknya tidak jatuh di Desa kami. Karena waktu letusan awal bulan Juli lalu, banyak hasil pertanian kami yang rusak akibat kena hujan abu vulkanik dari Soputan yang cukup tebal,” keluh Steny Posumah dan Novry Tiaw sejumlah petani diwilayah Kelelondey, Noongan, Raringis, Tumarats dan Ampreng. Senada diungkapkan Olivia Toar. Menurutnya, hujan debu vulkanik sangat mengancam kesehatan warga. “Pengalaman lalu, debu Soputan yang bertebaran dijalanan sangat mengganggu pernafasan. Apalagi, seperti kami yang masih memiliki bayi. Tentu sangat rawan terkena Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA),” tandasnya sembari meminta pemerintah kecamatan untuk dapat segera menyiapkan masker dalam mengantisipasi turunnya hujan debu di Langowan. Camat Langowan Barat Ir Anita Rorong ketika dikonfirmasi menyatakan, bahwa pihaknya belum mendapat informasi adanya debu vulkanik dari Gunung Soputan yang jatuh dikawasan Labar. “Sejauh ini belum ada. Kita berharap dan berdoa, agar hal itu tak akan terjadi,” singkatnya. (tr-tim) foto : ricky