Kamis, 23 Februari 2012 | 12:42 PM
Follow us On Facebook Follow us On Twitter RSS LNN Versi Mobile LNN Radio Internet
home / berita / pemerintah masyarakat / setelah batu ponari bunga bangkai hebohkan langowan
Ditemukan Pada Tanggal 11-11-11
Setelah Batu Ponari, Bunga Bangkai Hebohkan Langowan
Pemerintah Masyarakat | Selasa, 15 November 2011 | 22:54    Dibaca 309 kali    Komentar
Oleh : Harny, langowan.com
Bunga Bangkai yang ditemukan di desa Walantakan Langowan Utara (foto:LNN)
LANGOWAN,--Warga Langowan dibuat keheranan lantaran Bunga Bangkai (Amorphophallus Paeoniifolius) ditemukan tumbuh dipekarangan rumah warga di Desa Walantakan Jaga 1 Kecamatan Langowan Utara. Tumbuhnya bunga bangkai dipekarangan rumah keluarga Maengkom Massie tersebut, cukup membuat warga penasaran dan bergegas menuju rumah yang tak jauh dari PT. Pos dan Giro Langowan. Terhitung sejak tanggal 11/11/11 hingga Minggu (13/11), para warga datang berbondong-bondong untuk melihat langsung bunga langka tersebut, dan langsung mengabadikan lewat kamera handphone. Michelle Massie pemilik pekarangan dan penemu bunga langka itu, mengatakan bahwa pertama kali dirinya melihat bunga bangkai itu, pada Jumat (11/11) pekan lalu. "Bunga ini pertama kali ditemukan pada hari Jumat pagi. Dimana saat itu, saya sedang berbincang dengan adik saya, dan tiba-tiba adik saya melihat ada warna merah maron yang sedang tertutup oleh rumput-rumput yang bertumbuh disekitar bunga itu. Karena rasa ingin tahu, saya pun langsung mendekat dan setelah dilihat ternyata itu adalah bunga bangkai," ungkap Michelle yang kesehariannya sebagai PNS di Kecamatan Langowan Barat Lebih lanjut kata istri Winston Maengkom ini, awalnya saat ditemukan bunga terebut bentuknya seperti bundaran sebesar kepalan tangan orang dewasa. "Waktu ditemukan, bunga itu belum mekar seperti sekarang dan belum berbau," ujarnya. Dia sendiri keheranan ketika pada hari berikutnya bunga langka tersebut terus berkembang bahkan mulai mengeluarkan aroma yang menyengat pada Sabtu (12/11). "Kemarin sore (Sabtu red) sekitar pukul 16.30 wita, bunga ini mulai berbau. Dan ini berlangsung sampai dini hari. Baunya sendiri seperti bau binatang yang sudah membusuk dan sangat menyegat," terang Michelle menambahkan bahwa sudah ada warga diluar Kota Langowan yang menawarkan harga untuk bunga tersebut. Adapun bunga tersebut, memiliki warna merah maron dengan ketinggian dari ata permukaan tanah mencapai sekitar 45 cm dan berdiameter 35 cm dengan batang bunga seperti kulit ular. Menariknya lagi, ternyata pekarangan rumah keluarga tersebut, beberapa tahun silam juga sempat diliput oleh insan pers dan menghebohkan warga Langowan. Pasalnya dipekarangan rumah mereka, sempat ditemukan batu aneh yang asalnya tak tahu dari mana, kebetulan waktu itu sedang hebohnya batu ajaib ‘ponari’ yang ditemukan seorang anak kecil yang belakangan batu tersebut memiliki keunikan bahkan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. (tim)