
Desa Rumbia pasca banjir dan beberapa titik longsoran. (lnn-*)
HUJAN deras yang menguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Minahasa, Selasa (13/9), mengakibatkan banjir di Desa Rumbia Kecamatan Langowan Selatan.
Bahkan guyuran air hujan ditambah air pasang di desa yang ada dipinggiran pantai itu, membuat sekitar 80 rumah warga tergenang air. Menurut Lobe warga Desa Rumbia melalui pesan singkat telepon genggam, akibat curah hujan yang turun serta air pasang laut, membuat hampir sebagian besar rumah tergenang air.
“Kejadian ini, mulai terjadi sejak jam satu siang, dimana air mulai terlihat naik,” kata Lobe.
Lanjut menurutnya, ketinggian air hingga sekitar pukul 19.00 wita, sudah mencapai hingga sekitaran 50 cm. “ Sampai tadi malam (emarin malam) air sudah mencapi setengah meter. Warga sendiri masih enggan mengungsi dikarenakan, takut akan adanya pencurian,” ungkap Lobe.
Anehnya, pihak pemerintah kecamatan belum mengetahui hal ini. “Hingga saat ini tidak ada laporan dari pemerintah desa setempat, tapi saya akan secepatnya melakukan koordinasi dengan pemerintah desa,” ujar Camat Langowan Selatan Rully Momor SSos seraya terkejut ketika dikonfirmasi wartawan.
Sedangkan saat ini warga masih membutuhkan air bersih tatkala instalasi air bersih dari gunung mengalami kerusakan. “Memang kerusakan pipa air bersih, yang akan masuk ke pemukiman mengalami kerusakan parah. Untuk itu, guna menunggu perbaikan pipa, maka warga saat sangat membutuhkan pasokan air bersih, seperti air mineral dan atau air bersih lainnya,” tutur Janjte salah satu warga didampingi warga lainnya.
Terkait dengan bantuan banjir sendiri, Janjte menjelaskan, bila Pemkab Minahasa, melalui tim yang turun dilapangan, telah menjanjikan akan memberikan bantuan, kepada warga berupa beras sekitar 500 kilogram. “Kemungkinan bantuan itu, akan disalurkan Kamis (15/9). Dan mudah-mudahan selain beras dan sembako yang akan dibawa oleh Pemkab, selain kebutuhan warga akan air bersih,” pintanya.
Banjir Terparah di Rumbia
PASCA banjir yang telah menggenangi rumah penduduk Desa Rumbia, sejumlah warga terlihat mulai sibuk membersihkan, sisa-sisa air dan becek yang masuk ke rumah dan halaman masing-masing.
Bahkan kejadian ini menyisakan sedikit cerita bagi warga setempat setelah beberapa tahun tinggal dilokasi tersebut banji kali ini adalah yang terparah. Dimana menurut Hasan Dito, kejadian banjir yang melanda desa mereka membuat ratusan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan dilokasi yang tidak tergenang air.
“Rumah warga mulai tergenang sejak jam 1 siang pada hari Selasa lalu dan terus meningkat hingga menjelang malam. Beruntung warga langsung memperlebar dua muara disamping desa, sehingga air langsung terbuang ke laut, sehingga membuat air mulai surut secara perlahan-lahan,” ungkap Hasan.
Lanjut Hasan mengatakan, kejadian banjir didesa itu yang terparah terjadi di Jaga II Desa Rumbia, dimana air yang menggenangi rumah warga, mencapai 80 cm hinggga 1 meter.
“Beruntung tidak ada korban akan kejadian ini. Dan saat ini, warga masih was-was, takutnya pada sore hari bila kembali terjadi hujan dan air pasang, maka banjir akan kembali terjadi,” terangnya seraya menambahkan, akibat banjir tersebut puluhan anak sekolah di SD Inpres Rumbia terpaksa diliburkan.
Sementara terpantau, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dengan alat seadanya membersihkan sisa-sisa kotoran yang masuk ke rumah mereka. Tak sedikit dari perabot hingga peralatan sehari-hari terlihat dijemur di halaman rumah.
Pihak Pemkab Minahasa melalui Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah kecamatan Langowan Selatan dibawah pimpinan Camat Langowan Selatan Rully Momor SSos, langsung turun lapangan, untuk mengecek kerusakan yang terjadi.
Kepada wartawan Rully mengatakan, hasil yang diperoleh dilapangan akan disampaikan ke Pemkab Minahasa. “Jadi apa yang telah kami tinjau saat ini, nantinya akan langsung disampaikan ke pimpinan, untuk ditindak lanjuti. Memang beruntung kejadian ini tidak separah, seperti yang kita lihat bersama, dimana hanya ada satu dapur milik warga yang ambruk serta ada keluhan-keluhan lainnya dari warga seperti air bersih,” ujarnya sambil meminta kepada warga untuk tetap waspada, dikarenakan curah hujan diprediksikan bakal kembali terjadi. (01-*)