Kamis, 23 Februari 2012 | 12:35 PM
Follow us On Facebook Follow us On Twitter RSS LNN Versi Mobile LNN Radio Internet
home / berita / pemerintah masyarakat / harga jual tak sesuai het
MT Langka di Langowan
Harga Jual Tak Sesuai HET
Pemerintah Masyarakat | Selasa, 15 November 2011 | 23:04    Dibaca 181 kali    Komentar
Oleh : Harny, langowan.com
Antrian Minyak Tanah. (foto:MDG)
Langowan —Harga Minyak Tanah (MT) di wilayah Langowan, yang dijual oleh sejumlah pangkalan minyak tanah di Langowan, saat ini sudah tidak lagi sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yang telah ditetapkan oleh pihak pertamina. Dari informasi yang diperoleh, sejumlah pangkalan MT di desa Amongena I Kecamatan Langowan Timur, saat ini mulai menjual dengan harga Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per liternya, dari sekitaran Rp 3.200 perliter sesuai dengan HET yang ditentukan. Bahkan lebih parahnya lagi, dinaikkannya secara sepihak harga MT ini, diduga adanya permaian antara pihak agen dan para pangkalan MT di Langowan. Buktinya, pihak pemerintah setempat, bahkan tidak pernah dilaporkan oleh pihak agen dan pangkalan MT, kapan dan berapa kali pasokan minyak tanah di bawa salurkan kemasing-masing pangkalan. Camat Langowan Timur, Frengky Toar sendiri ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya, tidak pernah mendapat laporan dari agen MT, kapan dan berapa kali akan menyalurkan minyak tanah di pangkalan yang ada di wilayahnya. “Memang hingga sampai saat ini, kami tidak tahu berapa kali pasokan minyak tanah masuk ke wilayah kami. Bahkan, kami sempat akan meminta kepada pihak agen dan pangkalan akan jadwal pasokan diwilayah kami, tidak pernah diberikan. Padahal jika kami memiliki jadwal, kami bisa meminta bantuan pihak keamanan untuk melakukan penjagaan, bila pasokan minyak tanah ini masuk kepangkalan-pangkalan, agar bisa berjalan lancar dan sesuai mekanisme,” ungkap Frengky. Sementara itu, menanggapi akan hal tersebut, salah satu pemerhati ekonomi di Minahasa, Steven Sumarauw sangat menyayangkan akan hal tersebut. Dirinya bahkan meminta, pihak PT Pertamina bisa memperhatikan hal tersebut. “Saya berharap, PT Pertamina bisa melihat hal ini, dan bila memang terbukti kami minta agen dan para pangkalan ini ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku. Dan jika perlu tidak usah memakai lagi agen dan para pangkalan nakal tersebut,” harap Steven. Kuat dugaan, kenaikan harga MT tersebut disebabkan karana stok MT yang mulai menipis. Belakangan diketahui, para pengecer MT saat ini quota yang diterima mereka tidak seperti sebelumnya, “MT yang disuply ke pangkalan kami tinggal 50 persen dari quota sebelumnya,” tukas salah satu pengecer yang meminta namanya tak dipublikasikan.(tim)