
Peristiwa kebakaran kembali terjadi di wilayah Langowan. Bila sebelumnya si jago merah beraksi di salah satu rumah warga di Desa Walantakan, Desa Waleure dan Desa Walewangko dalam waktu berbeda. Kali ini rumah milik Jakob Nalangwera di Desa Amongena II Jaga IV Kecamatan Langowan Timur, ludes dilalap si jago merah.
Dari informasi yang didapat, peristiwa kebakaran itu terjadi pada, Rabu (28/12) sekitar pukul 10.00 wita dan diduga akibat nyala lilin. Menurut, Jakob saat peristiwa kebakaran, dirinya saat itu sedang berada didapur, dan tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan tetangga, bila ada terjadi kebakaran dirumahnya. "Saat itu, saya memang sangat terkejut, karena secara tiba-tiba mendengar teriakan bila ada kebakaran dirumah saya. Karena panik, dan api terus membesar, saya tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga yang ada didalam rumah," ungkap Jacob.
Kapolres Minahasa, AKBP WD Herman sendiri, saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Langowan Timur, AKP Dermanto Nasirun membenarkan adanya kebakaran tersebut. “Penyebab kebakaran diduga karena nyala lilin, yang terjatuh. dan dugaan sementara kerugian tersebut berkisar ratusan juta rupiah,” terang Dermanto.
Tokmas Langowan Desak Pengadaan Damkar
Buntut dari sejumlah peristiwa kebarakan, yang terjadi di wilayah Langowan, maka sejumlah elemen masyarakat termasuk para tokoh masyarakat (tokmas) Langowan, mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, untuk segera melakukan pengadaan kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) di wilayah Langowan.
Kepada wartawan, Rabu (28/12), Harny Korompis salah satu tokoh masyarakat Langowan, mengatakan pengadaan mobil Damkar di wilayah Langowan, sudah seharusnya dilakukan oleh pemerintah. Menurutnya, dari sejumlah kasus kebakaran yang terjadi di wilayah Langowan dan di seputaran Langowan, tidak ada satupun rumah warga yang terselamatkan, akibat minimnya alat pemadam kebakaran. “Jika kita berkaca, pada kejadian-kejadian kebakaran di Langowan, tidak ada satupun yang terselamatkan. Ini dikarenakan sering terlambatnya, mobil damkar yang datang dari Tondano. Untuk itu kami meminta, pemerintah bisa segera mengadakan satu dan dua buah kendaraan damkar di wilayah Langowan dengan meliputi kecamatan Kawangkoan Raya, Tompaso, Sonder serta Kakas,” ungkap Harny.
Hal yang sama juga di utarakan oleh Herson Walukouw, yang mengatakan bahwa penagihan retribusi pemadam oleh Pemkab Minahasa, kepada masyarakat Minahasa, sama saja mubasir. “Kenapa saya katakan demikian, karena setiap terjadi kebakaran di wilayah Langowan, mobil damkar selalu datang terlambat. Bahkan, mobil damkar sering tiba dilokasi, setelah seluruh isis rumah ludes dilalap sijago merah,” kata Herson yang juga merupakan salah satu anggota DPRD Minahasa, sambil menambahkan pihaknya akan memperjuangkan hal tersebut, agar tahun depan wilayah Langowan, akan mendapatkan mobil damkar.
DPRD Siap Perjuangkan Pengadaan Damkar
Ditempat terpisah, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Ivonne Andries, menyatakan siap memperjuangkan pengadaan kendaraan pemadam kebakaran (Damkar), diwilayah Langowan, yang nantinya bisa menjangkau beberapa kecamatan yang ada diseputaran wilayah Langowan.
Ivonne kepada wartawan, mengatakan pihaknya akan memperjuangkan pengadaan Damkar diwilayah Langowan, pada tahun 2012 nanti. "Kami akan memperjuangkan agar pengadaan Damkar ini, bisa masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P), tahun 2012 nanti, karena untuk APBD tahun 2012, sudah diketuk," jelas Ketua Komisi 3 DPRD Minahasa ini. (TR/01)